![]() |
| Pendiri Yayasan Andi & Dina bersama Menteri Koperasi Republik Indonesia (Foto: Dok Andi & Dina) |
Gerakan Kembali Tanam Kapas yang diusung oleh
Andi dan Dina, mendorong terbentuknya Gerakan Koperasi Kapas dan Sandang di
Indonesia.
Dalam peringatan setahun berdirinya Piazza
Firenze, pusat belanja fesyen kulit premium asli Garut , Jawa Barat di Garut pada Rabu (15/1), Pendiri Yayasan Andi dan Dina, Lalu Hilman Afriandi bertemu dengan Menteri Koperasi Republik
Indonesia (RI), Ferry Juliantono.
Piazza Firenze dikelola oleh Koperasi Artisan Kulit Indonesia, sebuah koperasi yang
didirikan oleh Poppy Dharsono. Dalam acara tersebut, turut hadir, berbagai
pemangku kepentingan di bidang koperasi, industri kreatif, dan pemerintah
daerah.
Di sela-sela acara, Lalu Hilman Afriandi yang
akrab disapa Andi, berdiskusi langsung dengan Ferry mengenai rencana Gerakan Koperasi Kapas dan Sandang
yang tengah digagas oleh Yayasan Andi dan Dina di Lombok, Nusa Tenggara Barat
(NTB). Gerakan ini bertujuan membangun kedaulatan sandang dari desa, mulai dari
budidaya kapas, industri pemintalan, industri pertenunan berbasis tradisi hingga
penguatan koperasi produsen.
Kepada Ferry, Andi menyampaikan bahwa kondisi
industri tekstil nasional saat ini masih bergantung pada bahan baku impor,
khususnya kapas yang hampir mencapai seratus persen.
Hal ini menuntut adanya gerakan yang serius,
terstruktur, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan
sandang Indonesia.
Selain itu, Andi juga berbagi pengalamannya
saat mengunjungi desa-desa di India, di mana masyarakat setempat berhasil
membangun kedaulatan sandang melalui penguatan koperasi, pemberdayaan
perempuan, serta pengelolaan kapas dan tekstil berbasis tradisi di desa.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi penting dalam perancangan
model koperasi kapas yang akan dikembangkan di Lombok, NTB.
Ferry menyambut antusias rencana Yayasan Andi
dan Dina untuk membangun Koperasi Kapas dan Sandang. Dalam perbincangan tersebut, Ferry bahkan
menyampaikan ketertarikannya untuk melihat langsung gerakan yang dibangun Andi dan Dina di Lombok. “Ayo
undang saya ke sana, saya mau datang ke Lombok,” ujar Ferry kepada Andi.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara gerakan masyarakat sipil dan pemerintah dalam mendorong terwujudnya kedaulatan sandang nasional melalui penguatan koperasi berbasis desa.
Pada 11 Juli 2024, Andi dan Dina mengadakan acara Panen Kapas di Dusun Gumesa Timur, Desa Giri Tembesi, Kabupaten Lombok Barat dengan tema Bersatu Wujudkan Kedaulatan Sandang Indonesia. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI ke-2, Paiman Raharjo membuka acara Panen Kapas sekaligus meresmikan Rumah Kedaulatan Sandang yang didirikan oleh Andi dan Dina. (LHAf)

0 Komentar