Dialog ini menghadirkan Agus Santhosa sebagai pemandu acara dan Dina Faisal, praktisi, penulis, sekaligus peneliti di bidang tekstil tradisi, sebagai narasumber.
Diskusi kali ini berfokus pada pentingnya alih pengetahuan dan teknologi tekstil tradisional sebagai fondasi penguatan kemandirian sandang, sekaligus upaya pelestarian warisan budaya yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Dalam dialog tersebut dibahas berbagai aspek, mulai dari peran pengetahuan lokal dalam proses budidaya kapas pribumi, proses panen, pemisahan biji kapas, pemintalan, hingga pertenunan. Selain itu, dalam dialog ini juga akan dibahas hingga peluang pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Ketua Yayasan Andi dan Dina juga akan bicara mengenai cara mendorong kemandirian sandang untuk mengurangi ketergantungan bahan baku kapas, serta menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Masyarakat dapat mengikuti dialog ini melalui siaran radio RRI Mataram pada frekuensi 89.2 FM dan 92.7 FM, melalui aplikasi RRI Digital, serta siaran langsung di kanal YouTube RRI Mataram Official.
Selain itu, RRI Mataram juga membuka telepon interaktif bagi pendengar yang ingin berpartisipasi dan menyampaikan pertanyaan atau pandangan melalui nomor (0370) 646521 dan 0818 0205 6000.
Dina Faisal akan menyampaikan, bahwa tahun 2026, saatnya Indonesia punya Menteri Perindustrian Tekstil.
Dialog interaktif ini diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan yang mendorong kesadaran publik akan pentingnya kemandirian sandang berbasis pengetahuan dan teknologi tekstil tradisi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan pelestarian budaya nasional. (LHAs)

0 Komentar